Showing posts with label Perilaku Konsumen. Show all posts
Showing posts with label Perilaku Konsumen. Show all posts

Sunday, November 17, 2013

Power Point Molen Mol

Kemarin dapat tugas dari dosen untuk jualan di kampus dan disuruh buat presentasinya. :)))))
Link di bawah ini buat link presentasinya .. cek cek yaww

http://www.mediafire.com/?pcd3a68fp4ainr1

Thursday, October 31, 2013

Power Point Perilaku Konsumen

Berikut adalah PowerPoint Perilaku Konsumen tentang Pendapat Para Ahli mengenai Model Perilaku Pengambilan Keputusan. Semoga bermanfaat :)

 http://www.mediafire.com/?3byhib1cc90ecvw

Thursday, October 10, 2013

Proses Pengambilan Keputusan Oleh Konsumen

Proses Pengambilan Keputusan 

Proses pengambilan keputusan adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini di ambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai alternatif. 


 Model-model Pengambilan keputusan:
  1. Model Perilaku Pengambilan keputusan
    1. Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum
    2. Model Manusia Administrasi, Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan
    3. Model Manusia Mobicentrik, Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan
    4. Model Manusia Organisasi, Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan
    5. Model Pengusaha Baru, Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif
    6. Model Sosial, Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang seringb tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.
  2. Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
Model Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan
Model Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi
Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
Tipe-tipe proses pengambilan keputusan

Pada dasarnya tipe-tipe pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi dua hal, yaitu:

1. Keputusan yang diprogramkan :
 Keputusan yang diprogramkan merupakan keputusan yang direncanakan sesuai dengan kebiasaan, aturan, atau prosedur yang berlaku. Biasanya hasil atau dampak dari keputusan ini tidak mengejutkan karena cenderung berulang-ulang dan lebih bersifat rutinitas. Kehadiran keputusan ini sering dengan mudah dapat diantisipasi sebelumnya oleh karyawan. Untuk lebih jelasnya dapat diberikan contoh dari tipe keputusan ini: Kegiatan audit mutu internal, Rapat tinjauan manajemen, Pemeliharaan rutin, Pemeliharaan suku cadang secara rutin, Mengikuti pelatihan yang direncanakan.

2. Keputusan yang tidak diprogramkan :
Keputusan yang tidak diprogramkan merupakan keputusan yang tidak direncanakan sebelumnya. Biasanya berkenaan dengan masalah-masalah baru dan bersifat khusus. Dalam menangani tipe keputusan ini, pimpinan cenderung menggunakan pertimbangan, intuisi, dan kreativitas. Tipe keputusan ini relatif lebih sulit dibandingkan dengan keputusan yang diprogramkan. Waktunya sering tidak bisa diduga, bersifat darurat dan segera sehingga cukup menyulitkan pimpinan dalam mengambil keputusan. Untuk lebih jelasnya dapat diberikan contoh dari tipe keputusan ini: Keluhan dari pelanggan, Keterlambatan distribusi ke pelanggan, Kerusakan mesin yang berakibat fatal, Pengunduran diri personel inti, Unjuk rasa dan pemogokan karyawan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah antara lain :
1)     Trial & error : Coba dan salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan belum tahu sama sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan.
2)     Intuisi : penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati. Penyelesaian dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah, karena tidak mempunyai dasar ilmiah.   Kadang-kadang metode ini juga dapat memberikan jalan keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki.
3)     Nursing process : Proses keperawatan merupakan suatu langkah penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah meliputi : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang merupakan suatu siklus untuk mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
4)     Scientifik methode/Research Process  : Proses riset/ penelitian merupakan suatu penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika, dengan pendekatan yang sistematis

Pembelian
Pembelian adalah suatu transaksi dimana perusahaan membutuhkan barang atau jasa baik untuk dipakai maupun untuk persediaan untuk dijual. Pembelian bisa di lakukan secara cash/kredit. 
Pembelian adalah bagian paling penting yang ada oada suatu perusahaan. 

Peran Pembelian
suatu proses keputusan membeli bukan sekedar mengetahui berbagai faktor yang akan mempengaruhi pembeli, tetapi berdasarkan peranan dalam pembelian dan keputusan untuk membeli. Terdapat lima peran yang terjadi dalam keputusan membeli : 
  • Pemrakarsa. Orang yang pertama kali menyarankan untuk membeli suatu prodek.
  • Pemberi Pengaruh. Orang yang pandangan atau nasihatnya memberikan bobot dalam keputusan akhir.
  • Pengambilan Keputusan. Orang yang sangat menentukan sebagian atau keseluruhan keputusan pembelian, apakah membeli, apa yang di beli, kapan hendak membeli, dengan bagaimana membeli, dimana akan membeli.
  • Pembeli. Orang yang melakukan pembelian nyata.
  • Pemakai. Orang yang menggunakan produk atau jasa.
Tahap Proses Pengambilan Keputusan
  • Pengenalan Masalah
  • Pencarian Informasi
  • Evaluasi Alternatif
  • Keputusan Pembelian
  • Perilaku Purna Pembelian
Diagnosa Perilaku Konsumen

Untuk merancang strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan membeli diskon untuk menarik pembeli.

Perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran.

Pemasaran sosial, yaitu penyebaran ide diantara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide lebih cepat dan efektif.

Terdapat 3 pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen, yaitu :

1. Pendekatan pertama

adalah pendekatan inperatif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.

2. Pendekatan kedua

adalah pendekatan tradisonal yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi dan kognitif, sosial, dan berhevorial serta dari ilu sosilogi.

3. Pendekatan ketiga

adalah sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.

sumber :
Himayati(2008)Eksplorasi Zahir Accounting. Jakarta:Penerbit PT Alex Media Komputindo.
Simamora, Bilson(2008)Panduat Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wednesday, October 2, 2013

Segmentasi Pasar Dan Analisis Demografi

Pengertian Tentang Segmen Pasar
Segmen Pasar adalah bagian dari pasar secara keseluruhan. Sedangkan bagi setiap perusahaan pasar adalah orang perorangan dan atau organisasi yang membutuhkan produk mereka serta mempunyai kemampuan untuk membelinya. 
Segmen pasar terdiri dari pembeli potensial tertentu (dalam jumlah banyak) yang memenuhi kriteria - kriteria yang sama. kriteria-kriteria tersebut dapat berupa faktor demografis tertentu, tingkat tenaga beli, umur, ras, suku, gender, faktor-faktor situasi khusus dan sebagainya.


Manfaat Segmentasi Pasar :


      1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
      2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.

      3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
      4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

     Kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
    1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
    2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
    3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
   4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

  

      Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen


  • ·   Variabel Demografis : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota dan kepadatan iklim
  •     Variabel demografi :umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll
  •     Variabel Psikologis : kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian

     Kepuasan Konsumen

   Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya.

     Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :
    a. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
    b. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan.



     Segmentasi dan profitabilitas
      Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.


      a. Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
         Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.


      b. Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda

         Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.

     c. Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
          Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.




     d. Pertajam Kecerdasan Organisasi
            Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.


      e. Kompensasi Yang Sesuai
        Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja.

    3. Penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran
        Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:

  •      Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
  •      Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
  •      Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
  •       Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
  •       Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.
         Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:
  1.      Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
  2.    . Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen

    Agar lebih menmahami tentang segmentasi pasar mari kita menganalisa segmentasi pasar dari PT. Bakrieland Development, Tbk


    PT. Bakrieland Development, Tbk. adalah perusahaan publik (kode: ELTY) terlibat dalam pengembangan properti dan infrastruktur terkait properti. Perusahaan ini adalah yang pertama dan superblok terbesar (53,5 Ha) pengembang di Jakarta (city property) dan juga telah mendarat perumahan dan hotel & resort proyek yang semuanya terletak di daerah utama.

    Bakrieland memiliki wilayah pengembangan terbesar dan land bank terbesar di Distrik (CBD) Jakarta prima Central Business. Kapitalisasi pasarnya juga merupakan salah satu yang terbesar di antara pengembang properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.


     Dari profil di atas mari kita mencari segmentasi dari perusahaan tersebut. 


     Menurut dasar dasar segmentasi pasar pada konsumen pertama perusahaan akan melihat :

    1.Variable Geografi

       Variable geografi untuk perusahaan Bakrie lebih ke daerah utama seperti kota kota besar dan ibu kota.

    2 .Variable Demografi
   Untuk variable demografi perusahaan bakrie, perusahaan lebih mengarahkan arah bisnis mereka ke variable seperti keluarga yang penghasilannya menengah ke atas dan para investor yang lebih suka menginvestorkan hartanya untuk barang property

    3.Variabel Psikologis
      Untuk variable ini perusahaan bakrie mengarahkan bisnisnya ke konsumen yang berkelas dan mempunyai gaya hidup mewah. Mengapa demikian? Karena dalam variable psikologis para konsumen dengan karakter tersebut mempunyai status social yang tinggi dan lebih mengedepankan manfaat, kesetiaan dan sikap pada produk. 

PENDAHULUAN : PERILAKU KONSUMEN

Pengertian Perilaku Konsumen 
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pembelian, pemilihan, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.


Konsep Perilaku Konsumen
Apakah perilaku konsumen itu? Perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana pembuat keputusan , baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produksi dan mengkonsumsinya.

perilaku konsumen adalah suatu proses yang terdiri dari beberapa tahap yaitu :
  • Tahap perolehan (acquisition) : mencari dan membeli
  • Tahap konsumsi (consumption) : menggunakan dan mengevaluasi
  • Tahap tindakan pasca beli (dispotion) : apa yang dilakukan oleh konsumen setelah produk itu digunakan     atau di konsumsi

Ruang Lingkup Perilaku Konsumen

Studi perilaku konsumen terpusat pada cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Hal ini mencakup apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, di mana mereka membeli, seberapa sering mereka membeli, dan seberapa sering mereka menggunakannya. Ambillah contoh produk yang sederhana seperti mesin fax pribadi. Para peneliti konsumen ingin mengetahui konsumen mana yang membeli mesin fax untuk digunakan di rumah.



Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen:

1. Kekuatan sosial budaya

    a. Faktor sosial budaya
     Budaya merupakan hasil kreativitas manusia dari generasi ke generasi selanjutnya yang menentukan bentuk perilaku dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat. Implikasi umum dari perubahan budaya untuk ahli permasalahan adalah sebagai berikut:

1. Psikografis cenderung bebas dari ketidakamanan ekonomi
2. Kecenderungan pada paham antifungsional
3. Kecenderungan reaksi melawan komplekasi, konsumen menunjukkan
  • kecenderungan ke arah hidup sederhana
  • kecenderungan kembali ke alam
   
 b. Faktor kelas sosial
        Didefinisikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kedudukan yang seimbang dalam masyarakat.

    c. Faktor kelompok anutan
       Didefinisikan sebagai suatu kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen.

    d. Faktor keluarga
      Suatu unit masyarakat kecil yang perilaku sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan pembeli.


2. Kekuatan Faktor Psikologis
    a. Faktor pengalaman belajar
        Belajar adalah suatu perubahan perilaku akibat pengalaman sebelumnya. Pengalaman belajar konsumen akan menentukan tindakan keputusan membeli.

     b. Faktor kepribadian
     Kepribadian konsumen sangat ditentukan oleh faktor internal dirinya. Pelayanan yang ditampilkan pramuniaga di toko sangat mempengaruhi suatu kepribadian.

     c. Konsep diri atau self concept
         Perlu menciptakan sesuatu yang sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen.

     d. Faktor sikap dan keyakinan
         Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk, merk, dan pelayanan.

sumber: 

Dra. Ristiyanti Prasetijo, MBA dan Prof John J.O.I, Ph.D.(2005) Perilaku Konsumen.(Andi)